Perbedaan Mendasar IPNU dan IPPNU: Struktur, Fungsi, dan Aturan Seragam
Bagi masyarakat luas, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi pelajar yang berseragam rapi dengan jas hijau pastinya sudah tidak asing lagi. Namun, bagi sebagian orang awam, terkadang masih sulit membedakan keduanya.
Seringkali muncul pertanyaan dasar, sebenarnya IPNU IPPNU singkatan dari apa? IPNU merupakan kependekan dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, sedangkan IPPNU adalah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Dari kepanjangannya saja, kita sudah bisa melihat perbedaan utamanya, yakni pada segmentasi gender anggotanya.
Lalu, apa saja perbedaan mendasar lainnya? Mari kita bahas tuntas dari segi sejarah, struktur, fungsi, hingga aturan seragamnya.
Menengok Sejarah dan Pendiri Organisasi
Sebelum membahas perbedaan, kita perlu memahami akar berdirinya kedua organisasi ini. Jika kita menelusuri sejarah IPNU IPPNU, keduanya dibentuk di era pra-kemerdekaan dan pasca-kemerdekaan sebagai wadah pembinaan generasi muda Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Namun, IPNU IPPNU lahir pada tanggal dan tahun yang berbeda. IPNU secara resmi didirikan terlebih dahulu pada tanggal 24 Februari 1954 di Semarang. Sementara itu, IPPNU menyusul didirikan pada tanggal 2 Maret 1955 di Solo.
Begitu pula dengan sosok tokoh di baliknya. Tokoh pendiri IPNU dan IPPNU adalah dua sosok yang berbeda namun memiliki visi yang selaras. IPNU diprakarsai oleh Prof. Dr. KH. Tolchah Mansur, sedangkan IPPNU didirikan oleh Nyai Hj. Umroh Machfudzoh.
Siapa Saja Anggotanya?
Pemahaman dasar atau pengertian IPNU dan IPPNU adalah badan otonom (banom) di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang berfokus pada keterpelajaran.
Lantas, pertanyaannya, siapa yang bisa bergabung? Secara umum, anggota IPNU IPPNU adalah para pelajar (SMP, SMA, dan sederajat), santri di pondok pesantren, hingga mahasiswa dan remaja di usia produktif (biasanya antara rentang usia 12 hingga 24 (IPNU) dan 12 hingga 27 tahun (IPPNU), tergantung peraturan terbaru dari pusat). IPNU dikhususkan untuk pelajar laki-laki, dan IPPNU secara eksklusif untuk pelajar perempuan.
Usia ini sesuai dengan hasil Konbes dan Rakernas PO PA Kaderisasi IPNU Tahun 2023 dan Hasil Konferensi Besar IPPNU Tahun 2024.
Perbedaan Struktur dan Fungsi
Secara garis besar, tujuan IPNU IPPNU sangatlah mirip, yaitu membentuk pelajar yang bertakwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, dan siap meneruskan perjuangan para ulama NU.
Namun dalam struktur dan fungsinya sehari-hari, ada sedikit perbedaan:
- Fokus Pengembangan Keputrian (IPPNU): IPPNU memiliki fungsi tambahan untuk memberdayakan kapasitas perempuan muda (pelajar putri). Program kerja IPPNU seringkali memiliki departemen yang berfokus pada isu-isu remaja putri, kesehatan reproduksi, hingga kemandirian perempuan.
- Kemandirian Administratif: Meskipun sering mengadakan kegiatan secara kolaboratif (disebut kegiatan pimpinan bersama), IPNU dan IPPNU adalah dua entitas yang memiliki surat keputusannya (SK) masing-masing, struktur kepengurusan dari tingkat pusat hingga desa yang terpisah, serta pengelolaan kas dan administrasi yang mandiri.
Aturan Seragam (Identitas Visual)
Inilah cara paling mudah untuk membedakan IPNU dan IPPNU saat mereka sedang mengadakan kegiatan formal:
-
Seragam IPNU: Jas resmi IPNU memiliki warna dasar hijau tua. Pada jas ini terdapat atribut kelengkapan seperti bet logo IPNU di dada sebelah kiri, dan bet nama di dada sebelah kanan. Jas ini biasanya dipadukan dengan kemeja putih di dalam, dasi, celana kain hitam, dan songkok (peci) hitam nasional. Kalau batiknya dominan hijau dengan logo IPNU berbentuk bulat.
-
Seragam IPPNU: Jas resmi IPPNU memiliki warna dasar hijau yang sedikit lebih terang atau memiliki corak/lis yang berbeda dari IPNU (biasanya ada lis kuning). Jas ini dipadukan dengan atasan berwarna terang (putih/kuning), rok panjang, dan kerudung berwarna putih dengan pin logo IPPNU. Kalau batiknya dominan hijau dengan logo IPPNU berbentuk segitiga.
Materi Pembelajaran yang Diberikan
Saat seseorang baru mendaftar dan mengikuti masa orientasi (biasa disebut Masa Kesetiaan Anggota atau Makesta), mereka akan mendapatkan berbagai wawasan. Secara umum, materi IPNU-IPPNU yang diajarkan sangatlah identik. Keduanya akan mempelajari tentang Ke-NU-an, Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), Ke-Indonesia-an (wawasan kebangsaan), Tradisi Amaliyah NU, hingga dasar-dasar kepemimpinan dan keorganisasian.
Bedanya, dalam forum IPPNU, biasanya diselipkan materi khusus tentang Citra Diri Pelajar Putri, yang bertujuan untuk memupuk rasa percaya diri dan kepribadian yang tangguh bagi anggota perempuan.
Kesimpulan:
Meskipun memiliki perbedaan dalam hal gender, seragam, dan tanggal lahir, IPNU dan IPPNU bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya berjalan beriringan untuk mencetak generasi muda NU yang cerdas, moderat, dan berguna bagi bangsa.
Posting Komentar