Tugas dan 25+ Ide Program Kerja Departmen Dakwah IPNU IPPNU

Table of Contents

Departemen Dakwah dan Kajian Keislaman di IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU sering kali dicap sebagai departemen yang kaku karena selalu berurusan dengan kegiatan pengajian. Padahal, departemen ini adalah ujung tombak syiar dan penjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) di kalangan pelajar.

Tugas dan Program Kerja Departemen Dakwah

Agar dakwah IPNU IPPNU tidak terasa monoton dan mampu merangkul berbagai macam karakter Gen Z, pengurus wajib memahami tugas utamanya dan menyiapkan program yang bervariasi.

Yuk, kita bedah apa saja sebenarnya tugas pokok departemen ini, serta puluhan rekomendasi Program Kerja (Proker) yang bisa langsung dieksekusi di tingkat Ranting maupun PAC!

Apa Sih Tugas dan Fungsi Departemen Dakwah?

Secara sederhana, Departemen Dakwah berfungsi sebagai "benteng" spiritual dan penggerak syiar organisasi. Jika dianalogikan dalam manajemen masjid, tugas departemen ini adalah Imarah (memakmurkan atau menghidupkan kegiatan). Berikut adalah rincian tugas utamanya dengan bahasa yang mudah dimengerti:

  1. Pelestari Tradisi Aswaja: Bertanggung jawab penuh untuk mengkoordinir dan memastikan ibadah khas Nahdlatul Ulama (seperti rutinan Tahlil, Diba', Al-Barzanji, dan Ziarah Kubur) tetap berjalan konsisten di kalangan pelajar.

  2. Pusat Kajian Keislaman: Menyelenggarakan forum diskusi atau majelis ilmu untuk memperdalam pemahaman agama anggota, mulai dari Fiqih, Akhlaq, hingga Aqidah.

  3. Kreator Syiar Agama: Menjadi penggerak utama atau panitia inti dalam menyemarakkan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Maulid Nabi, Isra Mi'raj, atau Tahun Baru Hijriah di desa atau kecamatan.

  4. Pendamping Moral Pelajar: Menjadi tameng yang memberikan pencerahan moral (akhlaq) kepada kader di tengah gempuran tren pergaulan bebas dan kenakalan remaja.

25+ Gudang Ide Program Kerja Departemen Dakwah

Agar dakwah tidak terasa seperti beban, pengurus butuh variasi program yang melimpah. Berikut adalah "gudang ide" Proker Departemen Dakwah untuk Pimpinan Ranting, Komisariat, Anak Cabang, dan Cabang yang dibagi menjadi beberapa kategori praktis:

A. Kategori Amaliyah dan Tradisi (Menjaga Akar Budaya)

Safari Idarohan IPNU IPPNU
Idaroh, yang diisi dengan semaan Al-Qur'an, Tahlil, dan Pembacaan Al-Barzanji

Kategori ini berfokus pada pelestarian ibadah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

  1. Idaroh (Rutinan Bergilir): Ini adalah jantung pergerakan IPNU IPPNU di tingkat ranting. Mengadakan pembacaan Yasin, Tahlil, atau Diba' yang tempatnya berputar (bergilir) dari satu rumah anggota ke rumah lainnya, atau dari musala ke musala. Selain ibadah, ini adalah sarana silaturahmi ampuh dengan orang tua kader.

  2. Semaan Al-Qur'an Keliling: Membentuk kelompok khusus untuk mengkhatamkan Al-Qur'an secara bergiliran di masjid atau musala sekitar.

  3. Pelatihan Tajhizul Janazah: Mengundang ustaz lokal untuk melatih para pemuda cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah.

  4. Bimbingan Muadzin & Imam: Mengadakan pelatihan singkat bagi kader IPNU agar berani dan fasih menjadi muadzin, bilal, atau imam di musala masing-masing.

  5. Ziarah Tokoh Lokal (Wisata Religi): Agendakan ziarah rutin ke makam kiai pembuka desa (babad alas) atau muassis NU di tingkat desa/kecamatan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan tawadhu'.

B. Kategori Kajian dan Keilmuan (Memperluas Wawasan)

ngaji kifayatul atqiya ipnu ippnu
Ngaji Kitab di Ponpok Pesantren Amal Muslimin

Kegiatan untuk memperdalam ilmu agama dengan pendekatan yang santai.

  1. Ngaji Angkringan: Memindahkan lokasi kajian ke tempat terbuka seperti angkringan atau kafe. Membahas masalah agama sehari-hari sambil ngopi dan menyantap camilan. 

  2. Ngaji Pasaran (Kitab Kuning Dasar): Mengadakan kajian kitab dasar (seperti Safinatun Najah) dengan metode pemaknaan pegon ala pesantren.

  3. Sekolah Aswaja (Short Course): Kajian intensif membedah sejarah dan argumen amaliyah Aswaja untuk memperkuat benteng ideologi kader. 

  4. Kajian Fikih Nisa' (Keputrian): Kolaborasi IPPNU untuk mengupas tuntas masalah fikih wanita bersama narasumber nyai atau ustazah. 

  5. Klinik Pranikah & Etika Remaja: Diskusi mengenai adab bergaul dengan lawan jenis dan cara mencegah kenakalan remaja. IPNU IPPNU kerjasama dengan Posyandu Remaja, PKK, atau Kader Kesehatan di Desa masing-masing

C. Kategori Syiar Berbasis Digital dan Kreatif

Nobar sang kiai ipnu ippnu
Nonton Bareng Film Sang Kiai bersama PK IPNU IPPNU MTs. Amal Muslimin

Menjangkau pelajar yang lebih suka menatap layar smartphone

  1. Podcast Bincang Santri: Membuat program audio/video di YouTube atau Spotify yang membahas isu trending dari sudut pandang pelajar NU. 

  2. Kultum Digital 1 Menit: Memproduksi video ceramah pendek (Reels/TikTok) dengan mengorbitkan kader yang pandai public speaking

  3. Quote Ulama Mingguan: Membuat poster digital berisi kutipan inspiratif ulama NU untuk disebar serentak di status WhatsApp anggota. 

  4. Nobar dan Bedah Film Religi: Nonton bareng film dokumenter perjuangan ulama atau film bertema santri, dilanjutkan dengan diskusi pesan moral. 

  5. Lomba Dai Virtual: Mengadakan kompetisi ceramah tingkat pelajar di mana pengumpulan karyanya dilakukan melalui unggahan video online.

D. Kategori Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)

Lomba Mewarnai Peringatan Hari Santri Nasional
Lomba Mewarnai Peringatan Hari Santri Nasional

Menjadi motor penggerak perayaan hari-hari besar di lingkungan masyarakat.

  1. Festival Maulid Nabi: Tidak sekadar pengajian, tapi ditambah perlombaan seperti mewarnai kaligrafi, lomba hadroh, dan tumpeng hias. 

  2. Gebyar Muharram: Mengkoordinir pawai obor keliling desa yang melibatkan anak-anak TPQ, dilanjutkan santunan yatim. 

  3. Gema Takbir Keliling: Membuat miniatur maskot islami dan melakukan pawai takbir tertib saat malam Idul Fitri/Adha. 

  4. Bagi Takjil dan Bukber: Menggalang dana di bulan Ramadan untuk bagi-bagi takjil di jalan, ditutup dengan buka bersama. 

  5. Peringatan Hari Santri Nasional: Menggelar upacara sarungan dan perlombaan khas santri (seperti estafet sarung atau tarik tambang).

E. Kategori Aksi Sosial dan Kolaborasi Kemasyarakatan

bakti sosial donor darah ipnu ippnu
Mengadakan Donor Darah (Bakti Sosial)

Dakwah lewat aksi nyata (dakwah bil hal). 

  1. Gerakan Bersih Musala: Proker rutin membersihkan karpet dan tempat wudu di musala sekitar. 

  2. Safari Dakwah ke Sekolah: Bekerja sama dengan guru Bimbingan Konseling atau guru Informatika di sekolah setempat, misalnya di MTs Amal Muslimin atau jenjang SMP lainnya, untuk memberikan sesi motivasi belajar dan pencerahan akhlak kepada para siswa. 

  3. Bakti Sosial / Peduli Bencana: Menjadi penggerak donasi cepat tanggap ketika ada musibah di daerah lain. 

  4. Lapak Baca Islami: Menyediakan buku-buku islami ringan atau majalah NU di teras masjid untuk anak-anak yang menunggu waktu salat. 

  5. Kolaborasi Majelis Taklim: Membantu menjadi panitia teknis (pengatur lalu lintas, penerima tamu) pada pengajian akbar Fatayat atau Muslimat NU di desa.

Kesimpulan

Dengan variasi program yang melimpah, Departemen Dakwah IPNU IPPNU memiliki potensi tak terbatas untuk menebarkan manfaat. Pengurus bebas melakukan perpaduan (mix and match) program yang paling sesuai dengan SDM dan budaya lokal. Jangan jadikan dakwah sebagai rutinitas yang membosankan, tapi jadikanlah sebagai ruang berbagi yang menggembirakan!

Semoga dengan rekomendasi proram kerja departemen dakwah ini bisa menjadi rujukan yang tepat untuk seluruh tingkatan, baik di Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga syukur-syukur cocok untuk Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Wilayah (PW), atau bahkan Pimpinan Pusat (PP).

Muhammadun Bashor
Muhammadun Bashor Ketua PR IPNU Desa Bantrung 2023-2025

Posting Komentar